Tata Cara/ Tahapan Pengambilan Sample

          Dalam beberapa pengalaman yang sering didapat, hampir semua sample air yang akan di bawa ke Laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kualitas airnya, ternyata dalam hal cara pengambilan sample airnya boleh dikatakan belum mewakili (REPRESENTATIVE) dan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan uji analisis di laboratorium.
          Tata Cara atau Tahapan Pengambilan Sample air tentu sangat menentukan hasil akurasi analisisnya, karena akan menyimpulkan apakah kalitas air ini memenuhi syarat atau tidak untuk digunakan sebagai air bersih atau air minum, boleh jadi yang seharunya memenuhi syarat disimpulkan tidak memenuhi syarat atau sebaliknya.
Teknik pengambilan Sample air dapat dibagi menjadi :
  • Sample Air untuk uji fisik (Bau, Warna, Endapan, Kekeruhan)
  • Sample Air untuk uji kimia (semua unsur kimia)
  • Sample Air untuk uji Mikrobiologi (bakteri patogen)
          Hasil dari analilisis Sample Air dapat dipengaruhi oleh kebersihan atau kesterilan botol sample, kepiawaian petugas sample (yang terlatih), sarana dan prasarana laboratorium, serta keahlian analis laboratorium dalam hal menguasai prosedural kerja.
          Tahapan Sample atau pengambilan contoh merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan dalam rangka pemantauan kualitas air, Tahapan pengambilan contoh serta tahapan-tahapan lain yang menyertai pemegang peranan yang sangat pentig, karena keakuratan data uji yang diperoleh telah ditentukan sejak dari persiapan sample, cara pengambilan contoh, penanganan contoh sampai analisis contoh di laboratorium, Semua ini sangat ditentukan oleh kemampuan SDM yang melakukannya.
          Aspek pengelolaan lingkungan hidup akan berjalan efektif dan efesien apabila didukung oleh laboratorium yang mampu menghasilkan data yang absah, tidak terbantahkan serta dapat dipertaggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum.
Karena itu pengambilan sample harus mewakili kumpulannya dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
  • Perencanaan pengambilan sample
  • Petugas pengambilan sample
  • Prosuder pengambilan sample
  • Peralatan pengambilan sample yang digunakan
  • Frekuensi pengambilan sample
  • Keselamatan kerja dan dokumentasi terkait pengambilan sample.
          Pengambilan Sample harus memenuhi kesesuaian terhadap standar baku yang telah diakui baik secara internasional maupun nasional, jika tidak akan mengakibatkan langkah-langkah selanjutnya seperti pengawetan, transportasi, penyimpanan, prepasi maupun pengujian di laboratorium akan sia-sia serta membuang waktu dan biaya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Laboratorium Lingkungan Hidup | and original template by Denzdii | Powered By : Blogger